Penyebab Gangguan Ereksi

Diposting pada

Disfungsi ereksi terjadi ketika seorang pria megalami masalah untuk mempertahankan ereksi yang konsisten dan berulang. Bila tidak dilakukan terapi maka DE akan menyebabkan kesulitan dalam berhubungan seksual. Kejadian ini dilaporkan pada 1 diantara 5 pria dan angkanya bertambah dengan usia.

Penyebab Gangguan Ereksi

Ada banyak sekali masalah seksual pada pria seperti libido yang rendah dan gangguan ejakulasi. Namun DE disebut sebagai gangguan untuk mencapai atau mempertahankan ereksi. Pria dengan gangguan ereksi biasanya memiliki libido yang sehat namun kesulitan untuk mencapai ereksi. Gangguan ereksi akan semakin sering terjadi dengan meningkatnya usia pada pria,biasanya pada usia 40-70 tahun.

Gejala dari gangguan ereksi termasuk:

  1. Ereksi yang terlalu lembek untuk hubungan seksual
  2. Ereksi yang terlalu sebentar untuk hubungan seksual
  3. Kesulitan mencapai ereksi

Kenapa hal ini bisa terjadi?

Ereksi terjadi saat adanya peningkatan suplai darah ke organ yang dinamakan corpora cavernosa. Hal ini menyebabkan penis membesar dan mengeras. Proses ini dipicu oleh karena adanya stimulasi di otak dan saraf-saraf daerah genital. Segala hal yang menghalangi proses stimulasi ini dapat menjadi penyebab gangguan ereksi.

Beberapa penyebab gangguan ereksi adalah:

  • Penyakit
    Telah seringkali disebutkan adanya hubungan antara penyakit menahun dengan gangguan ereksi, dan paling terlihat di penyakit Diabetes. Pria dengan diabetes dikatakan dapat meningkatkan resiko gangguan ereksi hingga tiga kali lipat. Pria dengan diabetes pun dapat mengalami gangguan ini lebih cepat 10-15 tahun dibandingkan dengan pria tanpa diabetes. Namun, bukti menunjukkan bahwa dengan cara mengontrol gula darah saja, dapat meminimalkan efek ini. Beberapa kondisi lain yang dapat menyebabkan gangguan ereksi adalah penyakit kardiovaskular, aterosklerosis dan penyakit ginjal.
  • Gaya Hidup
    Gaya hidup dapat mempengaruhi gangguan sirkulasi dan menyebabkan disfungsi ereksi. Merokok, mengkonsumsi alkohol dalam jumlah yang besar, dan penggunaan narkoba atau obat-obatan dapat merusak pembuluh darah dan mengurangi aliran darah ke penis. Merokok pada pria dengan aterosklerosis dapat meningkatkan resiko terkena DE. Memiliki berat badan berlebih serta olahraga yang kurang juga meningkatkan resiko DE.
  • Pembedahan
    Pembedahan seperti terapi yang dilakukan untuk kanker prostat, kanker kandung kemih, atau Hiperplasia Prostat dapat merusak saraf dan pembuluh darah disekitar penis. Pada beberapa kasus, kerusakan saraf di penis permanent dan pasien dapat membutuhkan terapi untuk mencapai ereksi. Pada beberapa jenis operasi lainnya akan menyebabkan gangguan ereksi namun akan hilang dalam waktu 6 hingga 18 bulan.
  • Beberapa jenis obat
    Disfungsi ereksi dapat juga disebabkan oleh beberapa jenis obat seperti obat-obatan untuk darah tiinggi, anti-depresi serta obat penenang.
  • Psikososial

Beberapa hal seperti stres, depresi, kecemasan hingga kurangnya rasa percaya diri dapat menyebabkan gangguan ereksi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *